Melihat Dengan Kacamata Berbeda……

PENJAHAT KELAMIN


Betapa kagetnya saya karena semenjak bekerja dan banyak ketemu orang, banyak dari mereka yang kebanyakan bapak2, om-om atau koko-koko mengajukan tawaran untuk ‘dugem’. Mereka bilang untuk memperlancar urusan/bisnis, katanya, “mbak bisa nemuin saya nanti malam jam 10 di Hugo’s, ya sambil ngobrol nanti saya traktir minum.” “Temui saya di 777 ya nanti malam, saya pengin sekalian rileks.” Atau …”kamu suka dugem ya? Dugem yuk nanti di Collour’s pub.” Yang lebih gila lagi, “kamu bisa prospek aku di luar kota, di Tretes misalnya? Kita kan bisa santai2 sambil ngobrol, bobok sianglah…kamu kan capek juga kerja terus..” Atau, “kalau kamu pengin sharing informasi, bisa temui saya di kamar 332 hotel Hyat?” atau yang sering, “kamu mau aku invest berapa sih sayang? Tapi kamu kan tahu caranya..”

Hii, ngeri juga, emang saya ini apaan? Dikirain pekerja sex komersial apa? Berat bener pekerjaanku..heran ya, setiap perempuan bekerja di sektor publik seringkali menerima pelecehan. Jika dia menjual sesuatu, dianggap sama dengan menjual diri. Dengan santai biasanya saya jawab, “aduh maaf pak, saya ngga biasa kerja malam. Jam kantor saya kan cuma sampai jam 5 sore, jadi saya temui bapak kapan2 aja ya?” ceklek tutup telepon, pusing! atau dengan halus biasanya kujawab, “saya ini menikah, lalu bagaimana saya harus memenuhi hasrat bapak? kadang2 kalau sudah kebangetan saya ngomong begini, “pak, saya ini jual konsep, bukan jual diri! maaf, bukan kapasitas saya untuk meng-entertain bapak.”

Nasib….nasib….apes banget diriku ini. God, set me free from my painful job and loss making money…
Laki2 kalau ada uang, pikirannya selalu iseng, ngga inget anak istri di rumah. Di agendaku, orang2 seperti itu selalu kuberi label PK : PENJAHAT KELAMIN!

 

 

6 responses

  1. Kesalahan bukanlah pada pekerjaan anda, tapi memang merekalah yang bejat…tepat sekali anda mencap mereka sebagai PENJAHAT KELAMIN, karena memang begitulah adanya.

    Kebanyakan pemilik uang memang merasa dirinya mampu membeli apa saja, termasuk kehormatan seseorang.

    Semoga anda dapat tetap sabar dalam menjalani pekerjaan anda sekarang ini.

    Btw, terima kasih sudah mapir ke blog saya dan memasukkan url salah satu postingan di blog saya ke blogroll anda.

    Salam,
    Haris

    September 30, 2009 pukul 3:22 pm

    • almalika

      makasih tanggapannya mas. saya terkesan dengan tulisan2 anda, makanya tanpa seijin anda(maaf) saya cantumkan di blogroll saya. begitulah pekerjaan saya, mudah2an saya bisa terus berbagi pengalaman2 saya. selanjutnya masukan dan kritikan yang membangun saya tunggu. terimakasih…

      Oktober 6, 2009 pukul 4:58 am

  2. hmm
    kalo memang begitu, biar gak capek mbak rekam aja suara penolakan mbak
    nanti kalo ada orang iseng yang nelpon atau malah ketemu langsung, mbak pedengarkan rekaman tadi
    biar gak capek mengulang ucapan yang sama.

    Januari 4, 2011 pukul 3:12 pm

    • iya ya, kok saya ngga kepikir dulu…hehe. makasih sudah mampir!

      Januari 4, 2011 pukul 4:19 pm

  3. hnya kekuatan iman yg sanggup meredakan sagala kajahatan…

    Januari 4, 2011 pukul 3:15 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s