Melihat Dengan Kacamata Berbeda……

BERKENALAN DENGAN IBLIS


Dalam sebuah pengajian, seorang ustadz menyampaikan sebuah tema tentang peranan iblis dalam menjerumuskan manusia untuk meninggalkan landasan iman menuju proses kehancuran. Dan dibacalah surat An Nur ayat 21: ‘Yaa ayyuhalladziina aamanuu laa tattabi’uu khutuwaatisy syaithaani wa man yattabi’ khuthuwatisy syaithaani fa innahu ya’muruu bil fakhsyaai wal munkari” (Wahai orang yang beriman, janganlah kalian mengikuti jejak langkah atau khittah setan; barangsiapa mengikuti khittah setan, sesungguhnya dia itu memerintahkan yang keji dan munkar).

Setelah sang ustad berbicara panjang lebar ngrasani setan tipu dayanya yang halus dan licik, seorang pendengar yang sejak awal sampai akhir kelihatan tekun mengikuti ceramah mengajukan pertanyaan: “Pak ustad, apa iblis itu sama dengan setan? Kalalau tidak sama apa bedanya?” Dengan tangkas dan spontan si ustad menjawab, “ya sama, eh..maksud saya pada dasarnya sama saja setali tiga uang. Iblis dan setan adalah sejenis makhluk yang sama. Sama-sama menggoda manusia.

Tentang apakah setan itu iblis, ngga perlu diurus. Yang penting bagaimana kita menghadapinya sehingga tak mudah tergoda.” Nampaknya si ustad ini adalah tipikal orang yang berpikir parktis dan pragmatis, tidak mau ‘kenteo’ atau berteori muluk-muluk). ” Bagaimana, sudah jelas?” selidik si ustad yang bernada penegasan untuk meredam pertanyaan lebih lanjut. “Sudah ustad, sudah jelas! Cuma kurang tuntas,” jawab si penanya. Dan pengajian pun bubar dengan sedikit ganjalan, mengenai siapakah sebenarnya setan dan iblis itu.

Tentang iblis, sebenarnya sudah lama kita kenal. Makanya ngga salah bila disebut kenalan lama, yaitu sejak iblis tidak mau sujud atau tunduk kepada Adam (al Baqarah 34). Karena iblis ngga mau tunduk dan sujud pada Adam serta takabur, merasa diri lebih tingggi dan mulia daripada Adam, iblis diusir dari surga. Si iblis yang terusir ini lantas menggelincirkan, Adam dan Hawa dari surga, dengan diberi nama “setan” (al Baqarah 36). Ternyata iblis dan setan itu satu jua adanya alias sama. Bahwa iblis itu sama persis dengan setan disebut juga dalam al A’raf 20 dan 27: “Wahai anak Adam janganlah sekali-kali kamu ditipi oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga.”

Tapi sebenarnya apakah setan dan iblis itu sama persis? Kita teruskan dulu pengkajian ayat-ayat al Qur’an lainnya. Dalam al An’am ayat 112: “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin.” Ternyata dalam ayat ini setan itu tidak persis sama dengan iblis yang terusir dari surga, sebab selain setan dari jenis jin ada juga setan dari jenis manusia. Orang jawa bilang ‘menungso’ – ‘menus-menus ora rumongso.’ Adanya dua jenis setan ini juga disebutkan dalam an-Nas 5 dan 6. tentan ‘manusia setan’ ini al-Baqarah 14 menyatakan: “dan apabila mereka (orang munafik) itu kembali pada setan-setan mereka, mereka berkata ‘sesungguhnya kami beserta kamu’.” Jadi bila ada musang berbulu domba, ada pula setan berbaju manusia alias manusia setan.

Kesimpulannya sampai disini bahwa iblis itu setan, tetapi setan belum tentu iblis. Namun begitu, manusia setan itu juga sah bila digelari manusia iblis. Intinya seperti jawaban sang ustad yang belum tuntas. Iblis dan setan pada hakikatnya sama dalam fungsi dan tugas pokoknya yaitu: menyelenggarakan kejahatan sampai hari kiamat tiba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s