Melihat Dengan Kacamata Berbeda……

Elegi di Seputar Bis Kota


Pulang dengan kepenatan yang sangat! Satu bis AC melewatiku dengan angkuhnya, tak mau berhenti untukku. Padahal kepenatanku ingin segera kuhempaskan di joknya yg dingin..

20 menit kemudian ada bis baik hati menghampiri; bis ekstra cepat yang biasa merajai jalanan, alhamdulillah beruntungnya. Meski bis ini sering bikin jantungan karena ugal-ugalan di jalan. Berharap menemukan kenek bis yang hamil dulu….sehatkah dia? Atau sudah berhenti ngenekkah dia? Tapi sesampainya di dalam tak kujumpai dia lagi….hanya anak laki-laki dekil seumuran anak sulung saya yang sesekali berteriak: “Kupang….Kupang….JMP…JMP…..!!” Ingatan langsung melayang ke anak-anak. Yang sulung jam segini pasti sibuk belajar dan si bungsu lagi di tempat lesnya.
“Dek…ngga sekolah ya,” tanyaku.
“Sudah ngga, kalo saya sekolah, kapan nyari makannya?” jawabnya, sesekali tangannya sibuk membantu penumpang naik turun, “YaaTuri….Turi…stasiun….pasar Turi….kosong!”

Anak sekecil itu dipaksa dewasa oleh keadaan, oleh ketiadaan…..

*segores kepedihan menyesakkan dada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s