Melihat Dengan Kacamata Berbeda……

Ngaca Diri


Ternyata episode 366 hari sudah akan selesai dalam beberapa minggu. Banyak hal yang sudah kita lewati. Tak sedikit juga yang kita capai dan pelajari. Entah keberhasilan atau bahkan kegagalan, semuanya adalah pencapaian yang patut disyukuri. Toh keduanya hanya soal hasil. Yang penting adalah bagaimana proses menemui kegagalan atau keberhasilan itu sehingga bisa kita ambil sejumput hikmahnya. Menang atau kalah hanyalah soal kesempatan.

Setahun kita lewati berarti setahun usia berkurang, jatah hidup kita di dunia berkurang. Dan setahun belakangan betapa mesin kehidupan telah menyeret kita dalam ketuaan; gigi mulai ompong, rambut beruban dan kulit mulai keriput. Baru nyadar setelah mengamati wajah dalam cermin: “kamu sudah tua Malika, akankah kau mengusutkan hidupmu lagi, atau menata kembali hidupmu yang berantakan?” Pertanyaan menohok dari dalam sana yang harus kujawab dengan kesungguhan; mau menjadi tua dan mendewasa atau sekedar menua? Jangan sampai sindiran sang Buya Hamka berlaku padamu: “hidup sekedarnya (ala babi hutan) dan beraktifitas/kerja seadanya ala monyet.”

: mau kamu?!

04:33 selepas subuh saat embun turun menghikmati rumpun dedaunan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s