Melihat Dengan Kacamata Berbeda……

Arsip Penulis

Derita Tanah Palestina Adalah Derita Perempuan


Apa beda perempuan dan tanah?

Dalam proses menghayati keberadaannya, perempuan akan mencapai puncak kesadarannya bagaimana menemukan hikmah tanah bagi pengembangan dirinya. Bahwa ada imanensi dirinya dengan tanah. Perempuan tidak lagi hanya mengerti bahwa ia harus menjadi seperti tanah, tetapi memahami seperti apa rasanya menjadi tanah. Ada yg bercocok tanam di atasnya , ada yang dikandungnya, dan ada yang keluar serta tumbuh dari dirinya….seolah-olah ia adalah tanah. Perbedaannya, perempuan memiliki kesadaran dan tanah tidak.

Seorang perempuan sesungguhnya dapat merasakan keprihatinan yang dalam karena dirinya diperebutkan secara semena-mena. Jika Israel merebut tanah Palestina dengan semena-mena, maka perempuan sesungguhnya juga merasakan air mata menetes dalam hatinya karena dirinya dipaksa berpisah dengan sejarah Gaza yang ratusan tahun mendampinginya. Dan perempuan sesungguhnya adalah makhluk pertama yang menitikkan airmata ketika ribuan pejuang Gaza dan anak-anak mati syahid demi mempertahankan tanah tumpah darahnya.

*lalu siapakah yang deritanya lebih berat daripada tanah???

 

stopisrael

 


Masih Tentang Yahudi, Ras, Agama dan Zionisme


jewish
Berulangkali dapat broadcast yang sama…..
“Ich konnte all die Juden in dieser Welt zu zerstören, aber ich lasse ein wenig drehte-on,so können Sie herausfinden, warum ich sie getötet” (Fuchrer of Great Germany, Adolf Hittler) … Go to Hell Israel !!Sesungguhnya Bani Israel adalah sekelompok orang yang merasa diri mereka sebagai keturunan terbaik dimuka bumi dan merasa paling berhak memimpin dunia. Barangsiapa selalu bicara tentang keturunan/bani serta membeda-bedakan derajat orang berdasarkan keturunannya, maka dia berjiwa zionis.

Hal yang mengagetkan adalah ketika para kaum muda Islam menyerukan jihad ke Gaza karena mengira penduduk Gaza juga saudara muslim yang wajib dibela, ternyata bukan. Duta Besar Palestina menyatakan bahwa separuh penduduk palestina beragama yahudi, jadi krisis gaza saat ini bukanlah perang agama, tapi perang territorial :http://forum.kompas.com/nasional/50955-pernyataan-dubes-palestina-yang-mengejutkan.html

Maka hal terbaik sebagai alasan perjuangan adalah karena kemanusiaan, bukan lagi persoalan agama yang sempit. Bahwa rakyat Palestina berhak mendapatkan kemerdekaannya, setelah berpuluh tahun terjajah oleh bangsa Israel.


Indonesia impor Kelapa dari Malaysia dan Thailand | merdeka.com


http://m.merdeka.com/uang/indonesia-impor-kelapa-dari-malaysia-dan-thailand.html

Dulu, Indonesia adalah pengekspor kelapa terbesar di dunia, sekarang Indonesia impor kelapa dari Thailand dan Malaysia.. Pemerintah ki mbajing tenan!

Katanya negri agraris gemah ripah loh jinawi, tongkat kayu aja bisa jadi tanaman. Tapi beras, kentang, kedelai, dan buah-buahan semuanya impor.

Negri maritim, nenek moyangnya pelaut, garis pantainya terpanjang no 2 di dunia, lautnya paling kaya, tapi Garam aja import. Dihh!

Jagat Dewabatara, kenapa engkau biarkan surga nusantara bernama Indonesia ini dihuni oleh para anak turun iblis dari neraka???


Pemilih Cerdas


Sekali dalam lima tahun para politisi dan partai itu datang pada rakyat mengemis suara mereka. Pemilih cerdas tidak akan memilih partai yg meminta pemilihnya pasrah bongkokan pada kebijakan partai. Maksudnya “take it for granted” gitu…
Layaknya bankir yang cerdas, wajib memastikan uang bank agar dipergunakan sesuai rencana si peminjam. Demikianlah seharusnya rakyat yang cerdas. Wajib memastikan suaranya akan digunakan sesuai dengan janji-janji awal partai. Sebab nasib bangsa ada ditangan kita semua. Jangan sampai suara kita disalah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak amanah. Jadilah pemilih yang cerdas! Jangan mau lepaskan suara anda pada partai-partai yang bahkan untuk berjanji pun tidak mau! Apalagi menggaransi janjinya….

*Rakyat itu bukan potential market. Ini Indonesia,  jangan dibuat berjudi Bung!


Hari Besar Agama


Kau tahu? Saya lebih menyukai hari Senin-Minggu. Dan tak suka hari besar agama, karena mengelompokkan manusia. Hari besar agama di masyarakat yang kekanak-kanakan menjadi sebuah peresmian segregasi manusia. Hari besar agama menjadi pengingat bahwa kita berbeda. I hate it!

Nilai luhur agama yang mulia tak mewujud dalam hari raya agama. Manusia dimasukkan dalam himpunan-himpunan yang saling lepas. Hari yang saya rindukan itu hari saat kita semua merasa satu, manusia. Hari khusus itu saat penyekat-penyekat artifisial ini luruh karena cinta. Ya CINTA….

Agamaku adalah Cinta. Setiap hati adalah tempat ibadahku. ~Rumi


Mengucapkan Selamat Natal


Beredar broadcast macam-macam yang melarang mengucapkan selamat natal dsb dengan alasan akidah. Goreng terus, di negri yang baru puber, isu agama selalu laris!…hahah.
Mau ngucapin selamat lahir ajah repot setengah mati sampai dihubung-hubungkan dengan keimanan, aneh orang-orang ini. Natal kan artinya maulid; kelahiran. Ngucapin selamat natal kan seperti ngucapin happy birthday, sederhana saja.

Berkatalah Jibril kepada Maryam: “Sesungguhnya aku ini hanyalah utusan Allah untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.” (QS 19:19)

Dan di Betlehem di tanah Yudea, Maryam melahirkan bayi laki-laki suci, Putra (Roh) Kudus. Dan mereka akan memberi nama Imanuel (Allah menyertai kita). [Matius 1:23]

Maka pagi ini kuucapkan:

Selamat Idul Maulid, Merry Christmas, Selamat Natal bagi yg merayakan.


Selamat Hari Ibu


Selamat pagi Ibu, malaikat tak bersayapku…
Kini aku mengerti, ternyata menjadi Ibu itu pekerjaan tersulit di dunia. Karena menyangkut pekerjaan mendidik dan merawat manusia, tua, muda dan anak-anak…
Jika engkau mampu mencurahkan kasih sayangmu disetiap waktu untuk anak-anakmu, maka betapa harusnya meperingatimu tak dilakukan setahun sekali, tapi setiap hari…ya setiap hari adalah harimu Ibu. *Peluk(Ibuku, perempuan perkasa sepanjang masa)

“I remember my mother’s prayer is always followed me. They have clung to me all my life.” -Abraham Lincoln. Selamat Hari Ibu untuk Ibuku, Ibumu dan seluruh Ibu di dunia.

 0 (8)


Membuat Rakyat Bahagia dengan Sepak Bola


Tak perlu jadi juara umum Sea Games untuk membuat rakyat bahagia, cukup rebut emas sepakbola akan membuat rakyat lupa dengan semua masalah negara. Iya beneran….

Sekali lagi, saat ini hanya tinggal bencana dan Sepakbola yg bisa mempersatukan bangsa ini. Wahai petinggi PSSI, berhentilah mbajing!! Bal-balan kalahan. Liga lokal isone mung tawuran. Jan ra mutu tenan! Huuuu….


Agama Dan Simbol


Di Negeri para bedebah ini, orang-orang sibuk mempreteli spiritualitas agama dan lalu kita panggul kesana kemari kerangka dan simbol luarnya yang keropos untuk menipu diri bahwa kita pemeluk agama yang shalih. Orang-orang sibuk melafadzkan namaNya dalam kemunafikan.

Agama itu perbuatan dan akhlak! Βukan jargon semata, apalagi sekedar ritual jungkat-jungkit 5x sehari. Maka dengan memberiNya cinta palsu, Tuhan pun tak akan protes!

A trully religious person stops speaking about religion, he practices it!

Suatu pagi ada yang bertanya, “ummi sudah naik haji?”
Jawabanku berkelakar, “iya sudah tiap hari naik haji, naik Pak haji maksudnyaa!”

*Edisi simpang siur


Miskin Yang Sesungguhnya


Ya ngga papa kalian menghina kemiskinanku. Yang pasti, saya menikmati hidup ini karena tak punya hutang.Orang-orang yang masih melihat kekayaan secara normatif, selalu saja berpijak pada materi. Padahal hakikat kekayaan itu ya sangat imaterial.

Wawan, suami walkot tangsel, begitu bergelimangan mobil-mobil mewah. Ia kaya secara materi. Dan akhirnya, Allah memperlihatkan asal kekayaan itu.

Note it: Kekayaan materi itu perlu tapi asal usul kekayaan materi itu jauh lebih perlu!


Perang Arab Israel


Perang Arab Israel, 1948, 1967, 1974, terjadi saat Sosialisme dan Pan-Arabisme berkuasa. Dimanakah IM waktu itu?

“Telah datang Kebenaran & Kebathilan pasti Lenyap, sesungguhnya kebathilan pasti lenyap”. (QS.Al.Isra :81) *kebenaran tak perlu dibela.

Lihatlah! Sejarah berulang….Si Fahrihamzeh udah mulai pake video mayat bayi buat propaganda. Mirip Muawiyah make potongan jari Usman buat provokasi pemberontakan. Jika belum ada yang teriak “Mampus Saudi”.. Ya udah, gue duluan deh.. “Mampus Saudi.. Mampus Bani Saud!!”
image


Gallery Foto


image

soe1

kurang ajarnya amrik saat itu

soe9

 

 

 

 

 

soe8

 

 

soe7

 

 

soe6

 

 

soe4

 

soe3

 

 

soe2

 

soekarno

 

wpid-387049_292650347436554_100000747739986_960468_1892946062_n.jpg

 

Posted from WordPress for Android


IR SUKARNO, NAMAMU TIADA AKAN MATI


soe5 Soekarno bukanlah orang yang sibuk oleh ‘teori-teori agama’, namun beliau bisa spontan menangis sedih ketika melihat bangunan masjid di Leningrad-Rusia (sekarang namanya St Petersburg) hanya difungsikan sebagai gudang. Dunia mungkin bertanya-tanya, lobi-lobi apa yang dilakukan Soekarno sehingga pemimpin Uni Sovyet pada waktu itu, Nikita Kruschev, bersedia mengabulkan keinginan Soekarno untuk mengembalikan fungsi masjid di kota tersebut sebagai tempat ibadah, tanpa syarat! Dan jika anda berkesempatan untuk berkunjung ke St Petersburg, anda akan mengetahui betapa berterimakasihnya kaum Muslimin Rusia terhadap jasa-jasa Soekarno.

Soekarno adalah manusia pertama dalam sidang PBB yang berani secara lantang membacakan ayat Alquran yang berbicara tentang persamaan derajad sesama manusia, ketika beliau mengutip QS 49 (13) : “ Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” Boleh jadi pada saat itu pemimpin-pemimpin dunia Arab merasa tercoreng wajahnya, melihat seseorang dari negeri nun jauh disana-negeri dunia ketiga, ternyata lebih memiliki nyali untuk berbicara tentang ajaran yang diyakininya, dibandingkan mereka yang mengklaim ‘lebih dekat’ dengan ajaran Islam, namun negerinya sibuk berperang satu sama lain, dan para ulamanya sibuk memproduksi fatwa-fatwa halal dan haram.

Ketika dunia harus terbagi dan berkiblat ke salah satu blok penguasa dunia, yaitu Blok Barat (yang dipimpin AS) dan Blok Timur (yang dipimpin Uni Sovyet),Soekarno dengan berani mempelopori gerakan Non-Blok, mempersatukan bangsa-bangsa dunia di dalamnya, menyadarkan merekabuntuk tidak larut dalam permusuhan yang dikobarkan para imperialis, dan menjunjung tinggi perdamaian dunia. Ketika dunia kebingungan menentukan ideologi mana yang lebih baik, antara ideologi kapitalisme (yang dipelopori AS dan sekutunya) dan ideologi sosio-komunisme (yang dipelopori Uni Sovyet dan China), hanya satu orang di dunia ini yang penuh percaya diri menawarkan ‘ideologi alternatif’ yaitu Pancasila, yang banyak mengambil nilai-nilai ajaran Islam, agar tercipta keadilan sosial bagi seluruh bangsa-bangsa sedunia. Dialah Soekarno!

Tidak ada yang bisa mengelak dari fakta bahwa negeri-negeri Eropa yang kaya raya dan makmur saat ini sebagian besar adalah hasil dari merampok dan menjarah kekayaan negeri-negeri dunia ketiga di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan. Sebaliknya, tidak ada yang bisa mengelak bahwa telah lahir negeri-negeri dunia ketiga, yang sebelumnya terjajah selama berabad-abad oleh bangsa Eropa, telah mendapatkan kembali kehormatan dan jati dirinya sehingga berani memerdekakan diri, tidak lepas dari andil ‘provokasi’ Soekarno, seorang putra Nusantara!

Inilah salah satu manifestasi dari ajaran Islam yang bahkan oleh Alquran disebut-sebut sebagai perjuangan yang sangat berat, yaitu membebaskan manusia dari perbudakan, sebagaimana disebutkan dalam QS 90(12-13) : “ Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) membebaskan budak (manusia) dari perbudakan “. Perbudakan tidak hanya ada di abad pertengahan, namun akan terus ada sepanjang waktu dalam berbagai dimensi kehidupan. Indonesia, yang (katanya) berpenduduk ‘Muslim’ terbesar di dunia ternyata belum berhasil memerdekakan manusia dari perbudakan. Nasib bangsa ini masih diperbudak oleh kepentingan elit politik penguasa negeri ini. Negeri kita yang katanya gemah ripah loh jinawi ini masih menjadi budak atas kepentingan asing, sehingga kekayaan alam milik kita secara terang-terangan dijarah dan dieksploitasi secara sistemik di depan mata kita sendiri, tanpa ada daya bagi kita untuk menghentikannya. Di negeri ini masih banyak ‘budak’ yang bekerja di bawah standar upah kerja minimum, sehingga kesenjangan antara si kaya dan si miskin semakin lebar.


Selamat Natal


Berkatalah Jibril kepada Maryam: “Sesungguhnya aku ini hanyalah utusan Allah untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.” (QS 19:19)

Dan di Betlehem di tanah Yudea, Maryam melahirkan bayi laki-laki suci, Putra (Roh) Kudus. Dan mereka akan memberi nama Imanuel (Allah menyertai kita). [Matius 1:23]

Selamat Idul Maulid, Merry Christmas, Selamat Natal bagi yg merayakan.


MUI dan Ormas


MUI itu ormas apa lembaga negara ya? Agak membingungkan…karena katanya, MUI itu sejenis ormas walaupun diinisiasi dan difasilitasi oleh negara….

Jika BP migas dibubarkan dengan alasan merugikan negara diruang migas/ekonomi. Bisa ngga ya, kita berbondong-bondong secara sistematis dan konstitusional menarasikan alasan pembubaran MUI. Karena banyaknya kasus telah merugikan kerukunan dan kebebasan beragama.

*pake RUU Ormas ato ke MK? Hiks!


Perempuan ini….


Menatap cermin, sosok rapuh, lelah, penuh kemarahan dan kesedihan. Hari-harinya suram dengan tangis tak berkesudahan. Beberapa lembar uban menyembul diantara hitam rambutnya. Dan keriput mulai melipat kemulusan wajahnya. Perempuan ini kembali terpekur dalam gelisahnya.

Buku yang dibacanya semalam sungguh-sungguh membuatnya berpikir. Nasehat Luqman al Hakim kepada putranya:
“Ingatlah 2 perkara dan lupakan 2 perkara. Ingatlah Allah dan kematian. Dan lupakan 2 perkara; perbuatan baik dan kejelekan orang lain terhadapmu.” Sebuah nasehat mahal dan sangat sulit!

*menampar wajah sendiri


MATI


“Kita pasti mati…sayangnya, kita tak bisa memilih caranya. Tapi, kita bisa memutuskan bagaimana meraihnya… demi kita dikenang sebagai manusia.” Proximo, Gladiator

Dalam sebuah kelas training, seorang fasilitator memulai programnya dengan selembar uang senilai Rp. 100.000 yang masih baru. Di dalam ruangan tersebut, dia bertanya, “Siapa yang mau uang ini?”

Spontan para partisipan mengacungkan tangan mereka.

“Saya akan memberikan uang ini pada salah satu dari kalian, tapi apakah kalian masih mau kalau uang ini sudah kusut?” katanya sambil meremas-remas uang tersebut agar menjadi kusut.

Para partisipan masih tetap mengacungkan tangan mereka.

“Bagaimana kalau saya melakukan ini?” katanya sambil menjatuhkan uang tersebut ke lantai dan menginjaknya berulang kali. Kemudian uang itu yang sudah menjadi kusut dan kotor diambilnya kembali, “masih ada yang mau?”

Para partisipan tetap saja mengacungkan tangan mereka.

“Kita semua baru saja mempelajari sesuatu yang sangat berharga,” katanya, “tidak peduli apa yang saya lakukan terhadap uang tersebut, teman-teman sekalian tetap saja menginginkan uang tersebut karena nilai uang tersebut tidak berkurang, masih tetap 100 ribu rupiah.”

“Sering kali dalam kehidupan ini kita jatuh, segala sesuatunya tidak sesuai dengan keinginan kita, dan terpuruk dikarenakan keputusan yang kita ambil dan juga hambatan menghadang di tengah perjalanan kita. Kita merasa bahwa kita sudah tidak berharga lagi. Tetapi, apapun yang telah atau akan terjadi, kita tidak akan pernah kehilangan harga diri kita. Kotor atau bersih, kacau atau teratur, kita masih tetap sangat berharga… terutama bagi orang-orang yang mencintai kita.”

Harga dari kehidupan yang kita jalani bukan datang dari apa yang kita lakukan atau siapa yang kita kenal, tetapi dari SIAPA DIRI KITA.

*Wallahu ‘alam


Umur


Ketika menyikapi suatu pertambahan, ada banyak kesalahan universal terjadi di sekeliling kita. Entah pertambahan umur atau bertambahnya tahun. Setuju atau tidak sebenarnya kita berjalan diatas punggung usia. Tapi yang biasa terjadi dan berulang, ketika melewati suatu titk masa menuju titik masa lebih tinggi, kemeriahanlah yang dihelat. Bersuka cita seolah bumi akan terus berputar tiada akhir. Seakan umur tidak akan berujung mati.

Padahal dunia sedang pergi meninggalkan kita. Dan akhirat mengikis umur kita. Tanpa bekal apa-apa dan lalai atas maut yang sewaktu-waktu menjemput. Waktu tak akan pernah kembali Malika, wallahi! Sekaya apapun kita, tak kan mampu membeli masa yang berlalu.

*mengingat kematian dalam sedu sedan


Politik Personalistik


Politik personalistik sebenarnya diperparah oleh partai berkuasa sendiri; yakni demokrat sendiri yang hanya punya program pencitraan. Mungkin benar bahwa saat ini menjadi ujian terberat partai Demokrat. Karena menilik kembali iklan yang dulu gencar tayang di tivi-tivi nasional : “Katakan tidak pada korupsi!”
Pada realitasnya sangat jauh panggang dari api. Satu persatu mengemuka;
Politisi Partai : sudah dipenjara
Bendahara Partai : sudah dipenjara
Sekretaris Partai : sudah jadi tersangka
Ketua Partai : terindikasi bisa jadi tersangka juga

Maka, bukankah seharusnya partainya dibubarkan saja? Jangan-jangan isinya koruptor semua!

: sontoloyo!


Ujian


God makes no mistakes!!

Ujian adalah syarat mutlak agar kita bisa naik kelas. Setiap manusia pasti pernah menghadapi ujian, hanya saja bobot dan jenisnya yang beda. Anak sekolah juga mengalami ujian kehidupan berupa UTS, UAS, atau UN. Usai sekolah juga menghadapi ujian, yakni berburu pekerjaan. Sedang orang bekerja juga menghadapi ujian; berupa tes kelayakan untuk bisa mendapatkan jabatan dan posisi baru di kantor dll.

Jadi inget dengan banyak tokoh hebat yang malah menghasilkan karya besar dari balik penjara. Salah satunya Hamka, yang pada 27 Januari 1964 ditangkap dan dijebloskan dalam penjara oleh sahabatnya sendiri.

Jika kebanyakan orang meratapi nasib selagi di penjara, hal ini tak berlaku buat Sang Buya Hamka. Beliau malah sibuk menulis, mendalami intisari ayat Al Qur’an. Maka ditahun yang sama, beliau melahirkan karyanya yang monumental, yakni Tafsir Al Azhar! Subhanallah…..never blame any day in your life. Good days give you happiness. Bad days give you experience. Worst days give you a lesson!!

*jangan buru-buru galau menghadapi ujian yang seiprit dong! BANGKIT!!

Desember 2014 Pasca Perceraian


Ngaca Diri


Ternyata episode 366 hari sudah akan selesai dalam beberapa minggu. Banyak hal yang sudah kita lewati. Tak sedikit juga yang kita capai dan pelajari. Entah keberhasilan atau bahkan kegagalan, semuanya adalah pencapaian yang patut disyukuri. Toh keduanya hanya soal hasil. Yang penting adalah bagaimana proses menemui kegagalan atau keberhasilan itu sehingga bisa kita ambil sejumput hikmahnya. Menang atau kalah hanyalah soal kesempatan.

Setahun kita lewati berarti setahun usia berkurang, jatah hidup kita di dunia berkurang. Dan setahun belakangan betapa mesin kehidupan telah menyeret kita dalam ketuaan; gigi mulai ompong, rambut beruban dan kulit mulai keriput. Baru nyadar setelah mengamati wajah dalam cermin: “kamu sudah tua Malika, akankah kau mengusutkan hidupmu lagi, atau menata kembali hidupmu yang berantakan?” Pertanyaan menohok dari dalam sana yang harus kujawab dengan kesungguhan; mau menjadi tua dan mendewasa atau sekedar menua? Jangan sampai sindiran sang Buya Hamka berlaku padamu: “hidup sekedarnya (ala babi hutan) dan beraktifitas/kerja seadanya ala monyet.”

: mau kamu?!

04:33 selepas subuh saat embun turun menghikmati rumpun dedaunan


Nasionalisme


“Kita lapar itu biasa. Kita malu itu juga biasa. Namun lapar atau malu karena Malaysia, itu Kurang Ajar!!” (Soekarno,1963)

Mulut supporter Malaysia yang kayak comberan mengatai bahwa Indonesia itu anjing menohok rasa nasionalisme kita. Betapa sudah terlalu sering negara tetangga kita itu menebar kebencian dengan kasus pencurian ikan, pencurian seni budaya bahkan wilayah teritorial Indonesia. Belum lagi urusan TKW yang sering mendapat perlakuan tak manusiawi.

Rasa nasionalisme bermula ketika kita menemukan ‘kebencian’ terhadap ‘yang lain’. Perang-perang di dunia telah banyak mengajarkan kepada kita bahwa rasa nasionalis dikalangan rakyat di banyak negara bisa tumbuh jika ada ‘musuh’ yang harus dibasmi (Benedict Anderson, Imagined Communities, 2002).

Maka dalam kompetisi sepak bola Indonesia versus Malaysia, dari yel-yel yang kemudian menimbulkan makian, membuat orang tiba-tiba serempak membenci Malaysia. Dan kebencian pada musuh bersama itu positifnya melahirkan nasionalisme. Karena sepak bola telah menjadi budaya massa, melibatkan emosi seluruh bangsa jika ada musuh yang harus diganyang. Meski korupsinya masuk 5 besar didunia, meski pemerintahnya bobrok luar biasa…..Cinta kami cethaaarrr membahana….RIGHT OR WRONG IS MY COUNTRY!!

:Ganyang Malaysia! Tapi korupsi tetaplah musuh yang nyata!

*Kabuuur ahh sebelom kena timpuk


Saat Indonesia Kalah Dari Laos


Apa yang kau pikirkan?
Banyak sekali……sampai penuh otakku, panas kepalaku, dan brodol (rontok) rambutku…..
Hal sekecil apapun berpotensi menyebabkan insomnia, waspadalah…..

Hal sekecil apapun bisa masuk dan layak untuk dipikirkan, termasuk kekalahan Timnas yang berakhir seri. Betapa kita seperti stag jalan di tempat sementara negara-negara pesaing kita lebih matang mengolah bola. Memang menghasilkan gol itu tak semudah memasukkan pentol bakso ke dalam mulut, apalagi saat lapar. Hanya saja, harapan berlaga di kejuaraan dunia menjadi semakin jauh mengabur saja. Mimpi tinggalah mimpi!

*jangan mudah menghibur diri dengan kekalahan itu sukses yang tertunda. Sudah kalah ya kalah!


Masyarakat Yang Sakit


Insanity of the society….Secara patologi sosial masyarakat sudah mengidap semacam kegilaan; mudah terbakar emosi, lalu ribut dan saling bunuh. Ini terjadi jika kontrol negara terhadap warganya hilang, dan atau negara dalam posisi auto pilot karena tidak ada pihak yang layak disegani/dihormati selaku pemimpin.

Mungkin benar, teori pengurangan populasi; masyarakat dibiarkan saling bunuh untuk mengurangi populasi, sekejam itukah?

Selain banyak keributan yang terjadi, baru kamaren lusa terjadi keributan di Sendawar, Kubar mencekam. Hanya karena hal sepele soal kelangkaan BBM. Karena antrian, dan kemudian pemberitahuan bahwa bensin sudah habis, lalu terjadi pemukulan. Aparat Siaga 1 sebagai buntut pemukulan.

*tak ada penguasa, mari saling bunuh!!