Melihat Dengan Kacamata Berbeda……

Posts tagged “Allah

IR SUKARNO, NAMAMU TIADA AKAN MATI


soe5 Soekarno bukanlah orang yang sibuk oleh ‘teori-teori agama’, namun beliau bisa spontan menangis sedih ketika melihat bangunan masjid di Leningrad-Rusia (sekarang namanya St Petersburg) hanya difungsikan sebagai gudang. Dunia mungkin bertanya-tanya, lobi-lobi apa yang dilakukan Soekarno sehingga pemimpin Uni Sovyet pada waktu itu, Nikita Kruschev, bersedia mengabulkan keinginan Soekarno untuk mengembalikan fungsi masjid di kota tersebut sebagai tempat ibadah, tanpa syarat! Dan jika anda berkesempatan untuk berkunjung ke St Petersburg, anda akan mengetahui betapa berterimakasihnya kaum Muslimin Rusia terhadap jasa-jasa Soekarno.

Soekarno adalah manusia pertama dalam sidang PBB yang berani secara lantang membacakan ayat Alquran yang berbicara tentang persamaan derajad sesama manusia, ketika beliau mengutip QS 49 (13) : “ Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” Boleh jadi pada saat itu pemimpin-pemimpin dunia Arab merasa tercoreng wajahnya, melihat seseorang dari negeri nun jauh disana-negeri dunia ketiga, ternyata lebih memiliki nyali untuk berbicara tentang ajaran yang diyakininya, dibandingkan mereka yang mengklaim ‘lebih dekat’ dengan ajaran Islam, namun negerinya sibuk berperang satu sama lain, dan para ulamanya sibuk memproduksi fatwa-fatwa halal dan haram.

Ketika dunia harus terbagi dan berkiblat ke salah satu blok penguasa dunia, yaitu Blok Barat (yang dipimpin AS) dan Blok Timur (yang dipimpin Uni Sovyet),Soekarno dengan berani mempelopori gerakan Non-Blok, mempersatukan bangsa-bangsa dunia di dalamnya, menyadarkan merekabuntuk tidak larut dalam permusuhan yang dikobarkan para imperialis, dan menjunjung tinggi perdamaian dunia. Ketika dunia kebingungan menentukan ideologi mana yang lebih baik, antara ideologi kapitalisme (yang dipelopori AS dan sekutunya) dan ideologi sosio-komunisme (yang dipelopori Uni Sovyet dan China), hanya satu orang di dunia ini yang penuh percaya diri menawarkan ‘ideologi alternatif’ yaitu Pancasila, yang banyak mengambil nilai-nilai ajaran Islam, agar tercipta keadilan sosial bagi seluruh bangsa-bangsa sedunia. Dialah Soekarno!

Tidak ada yang bisa mengelak dari fakta bahwa negeri-negeri Eropa yang kaya raya dan makmur saat ini sebagian besar adalah hasil dari merampok dan menjarah kekayaan negeri-negeri dunia ketiga di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan. Sebaliknya, tidak ada yang bisa mengelak bahwa telah lahir negeri-negeri dunia ketiga, yang sebelumnya terjajah selama berabad-abad oleh bangsa Eropa, telah mendapatkan kembali kehormatan dan jati dirinya sehingga berani memerdekakan diri, tidak lepas dari andil ‘provokasi’ Soekarno, seorang putra Nusantara!

Inilah salah satu manifestasi dari ajaran Islam yang bahkan oleh Alquran disebut-sebut sebagai perjuangan yang sangat berat, yaitu membebaskan manusia dari perbudakan, sebagaimana disebutkan dalam QS 90(12-13) : “ Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) membebaskan budak (manusia) dari perbudakan “. Perbudakan tidak hanya ada di abad pertengahan, namun akan terus ada sepanjang waktu dalam berbagai dimensi kehidupan. Indonesia, yang (katanya) berpenduduk ‘Muslim’ terbesar di dunia ternyata belum berhasil memerdekakan manusia dari perbudakan. Nasib bangsa ini masih diperbudak oleh kepentingan elit politik penguasa negeri ini. Negeri kita yang katanya gemah ripah loh jinawi ini masih menjadi budak atas kepentingan asing, sehingga kekayaan alam milik kita secara terang-terangan dijarah dan dieksploitasi secara sistemik di depan mata kita sendiri, tanpa ada daya bagi kita untuk menghentikannya. Di negeri ini masih banyak ‘budak’ yang bekerja di bawah standar upah kerja minimum, sehingga kesenjangan antara si kaya dan si miskin semakin lebar.

Iklan

MENGISLAMKAN ORANG ISLAM


Lima belas tahun yang lalu, ketika saya diterima di Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret Solo melalui jalur UMPTN, saya berkenalan dengan Islam yang belakangan saya dengar disebut orang sebagai Islam Fundamentalis.

Sebelumnya, saya sudah Islam sejak lahir, ditempa dengan keras oleh Bapak dengan pendidikan Islam yang feodalistik. Betapa segala tingkah laku, tindak tanduk sangat diatur dengan tatacara Jawa khas priyayi. Saya tak boleh sembarangan bergaul dengan anak tetangga atau memerima pemberian orang lain. Diumur tiga tahun, saya masih ingat ketika itu sholat Maghrib. seperti biasa, Bapak mengimami seluruh keluarga melakukan sholat berjamaah. Dasar anak kecil, selepas sholat saya langsung pergi aja main walaupun yang lain masih wiridan. Saya tak menyangka hal itu membuat Bapak marah, menghampiri saya dan memukul pantat saya, katanya saya belum boleh meninggalkan jamaah seblum selesai wirid. Lalu betapa sering saya kena pukul bilah bambu karena keasyikan main dan lupa sholat atau sekedar tak mau mengaji selepas sholat Maghrib. Saya dan kakak perempuan saya waktu itu setiap hari harus menyetor satu hafalan surat dalam Al Qur’an plus satu hafalan doa yang diajarkan oleh Bapak.

Di SMA pun kegiatan rokhani saya terus berlanjut. Karena tempaan Islam yang begitu keras oleh Bapak, lama kelamaan saya pun mencintai Islam. Sehari-hari kegiatan saya tak lepas dari masjid, mulai yang ngajar ngaji anak-anak, sampai menjadi remaja masjid. Dengan begitu saya merasa sudah Islam.

Begitu di bangku kuliah saya juga lebih banyak menghabiskan waktu untuk ngaji dibanding dengan menjadi mahasiswa yang aktif mengikuti kuliah. Sampai saya tak sadar telah mengalami brain washing yang begitu hebat. Dalam setiap kajian mentoring, saya dijejali dengan kajian-kajian pemikiran Hasan Al Banna, Sayyid Qutub dll. Yang intinya tetang penegakan khilafah, jihad dan segala tetek bengeknya. Saya sering diperdengarkan ceramah dari Kyai Abdullah Sungkar (sekarang sebagai pelarian di Malaysia) dan tak jarang saya diajak temen satu jamaah ngaji  Ustadz Abubakar Baasyir. Tak ada yang salah dengan ceramah beliau, cuma isinya mengenai kafir dan iman. Padahal buat saya,

Religion should focus more on promoting tolerance, social justice & peace in society, & less on condemning others!

Dan lagi menurut Imam Abu Hanifah seorang Muslim tidak boleh dinyatakan kafir atau murtad meskipun dia mengucapkan atau melakukan suatu yang mengandung kemungkinan dia melakukan tindakan seperti yg dituduhkan. Meski jika ucapan/tindakan yg dilakukan tergolong pada kekafiran dengan kadar 99 persen (dikutip dari Muhammad Hashim Kamali dalam Freedom of Expression in Islam).

Dari sejumlah indroktrinasi, saya memutuskan keluar dari kungkungan ekslusifisme, yang merasa paling benar sendiri, paling Islam, dan paling berhak memiliki kapling di surga. Saya terus terang tak merasa nyaman apalgi adem dan tenang karena sehari-hari dijejali dengan kata-kata ‘jihad’, ‘kafir’, ‘kufur’, negara Islam dan sebagainya yang sering membuat darah maupun otak saya panas. Saya bilang ekslusif karena diluar kelompok mereka dianggap orang yang masih perlu diluruskan akidahnya, perlu di-Islamkan lah kehidupannya. Mereka merasa diberikan hak prerogratif untuk merasa paling benar. Sehingga sering kejadian cara mereka pun disertai dengan tindak kekerasan demi kata-kata ‘pemurnian akidah!’

Rumi sendiri juga pernah bilang ; “Be certain that the religion of Love there are no believers ΆƝƉ unbelievers. LOVE embrace all”.

Batapa lembut dan hangat agama itu.

I believe that all religions were sent down to mankind by Allah and most of them carried the same message: Oneness of Allah. Along the line and for some reason some of them changed, but Islam maintained its original words and to this day the Quran is in its true form, Mashallah. But here we are talking about the love for Allah and His love for His beings…….

Terlebih sekarang marak kasus-kasus kekerasan dalam beragama; kasus penganiayaan jamaah Ahmadiyah di Cikeusik, Banten dan sejumlah konflik yang mewarnai pendirian  gereja, juga pembakaran pesantren yang diduga merupakan pesantren Syiah di Sampang Madura. Hal yang terpikir oleh saya adalah, mengapa kita tak bisa menghargai perbedaan? Toh perbedaan itu sendiri adalah rahmat (dari hadits mashur) dan lagi agama Allah ini adalah agama cinta. Kita berdoa δεηƍαη bahasa cinta. Kita sholat artinya kita melapor bahwa kita patuh dan taat kepadaNya kǝrεnǝ cinta dan δεηƍαη bahasa cintaNya pula. Saat kita mengaku mencintaiNYA, mengapa disaat Ўanğ sama kita menganiaya hamba-hambaNYA Ўanğ tak sama paham cintanya…

Dalam hal beragama Rasulullah pun memberikan toleransi luar biasa terhadap pemeluk agama lain. Saya jadi ingat sejarah hijrah Rasullulah dan isi dr Piagam Madinah…
“…aku tidak akan mengislamkan negeri ini (jazirah Arab) tapi aku akan mengislamkan hati penduduk disini,barang siapa yang menganiaya penduduk non muslim,maka sama saja dia telah menganiayaku dan meludahi agamaku..

Akhirnya, bila boleh menyimpulkan agama yg benar adalah:

1. Agama yg mengajarkan cinta kpd sesama bukan agama benci.

2. Agama yg mengusung akal sehat dan akal budi, berpikir logis rasional, menjunjung tinggi kebebasan berpikir, inquiry mind, dialogis. Bukan sebaliknya yaitu anti rasional, anti dialog, menolak logika & akal.

3. Agama yg menjunjung tinggi akhlakul karimah/budi pekerti/etika yang agung dan mulia, yang fondasinya adil (etika sosial) dan baik/ihsan: membalas keburukan dengan kebaikan (etika individual). Yg prinsip umumnya mengajarkan kita utk tdk memperlakukan orang dengan perlakuan yang kita sendiri tidak ingin diperlakukan seperti itu. Jika anda tidak mau disesatkan/dikafirkan jangan sembarang menyesatkan/mengafirkan orang lain.

4. Agama yang menjunjung tinggi prinsip Hanif: jujur, lurus, murni dan Samhah: lapang, toleran, menghargai pluralitas. Memangnya hanya mereka/kita yg berhak mengklaim kebenaran, orang laintidak boleh.

Dalam Al Qur’an pun kita mengenal ayat yang menjunjung tinggi hubungan silaturahim:
Innamal mu’minuuna ikhwatun fa ashlihuu baina akhawaikum wat taqullaaha la’allakum turhamuun (Q.49:10) “Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah saudara2mu itu, dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat”.

Kitab suci umat Islam diturunkan untuk semua manusia, orang-orang beriman dan orang-orang yang berpikir! Maka sungguh mulia orang-orang yang manusiawi, beriman, berpikir! Persaudaraan tertinggi adalah antar sesama umat manusia, lalu atas nama seagama dan sebangsa selain sedarah, seinti, sebatih, seplasma! Beriman maknanya; Walau kamu tak mampu melihat Tuhan, tetapi harus yakin dan percaya bahwa Tuhan selalu melihat kamu setiap saat, setiap detik, sepanjang hidup, agar kamu selalu berbuat kebajikan serta tercegah dari pelanggaran dan dosa!

Mau dan mampukah kita mempraktekkan keberimanan kita dalam bingkai kemanusiaan dalam keberagaman untuk mewujudkan kehidupan yang aman, nyaman, damai, adil, makmur dan sejahtera menuju kehidupan bahagia bersama secara manusiawi?

*Didedikasikan untuk ISACS : Institute Study Agama dan Civil Society

Salam Pluralisme!!

Malika Assaif


KECEWA


Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa.  Kecewa sekali.  Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, dan kenyataan yang tidak sesuai harapan. Ketika nyala mulai meredup. Asa yang menguatkan itu masih ada meski hanya setitik. Jangan menyerah karena ini semua terjadi karena cintaNya.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam qolbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majelis-majelis ilmu, majelis-majelis dzikir yang mengantarkan pada ketentraman jiwa.

Pesan seorang sahabatku “Asa yang terkoyak, hati yang berduka, airmata yang menetes, bibir yang keluh tuk berucap, biarlah menjadi saksi semua mujahadahmu”. Subhanallah…..

Apa yang menjadi jatah kita di dunia, entah itu rizki, jodoh, jabatan, kedudukan, pasti akan Allah sampaikan. Tetapi APA YANG MEMANG BUKAN MILIK KITA, IA TIDAK AKAN BISA KITA MILIKI, meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

Wahai jiwa yang sedang gundah, bacalah ini dari Allah : “ Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah maha mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui “( Qs Al Baqarah : 216 )


MENCERAIKAN SAKIT


(Didedikasikan untuk Prof. Dr. Ahmad Syarwani, Spesialis bedah tulang dan Dr. Bagyo S. Winoto, specialis tulang yang telah sabar merawat saya hingga sembuh. Keduanya bertugas pada RS Dr. Soetomo Surabaya. Semoga mereka tetap sehat hingga kini)

 


Buat saya, seperti kebanyakan orang….menjadi sakit itu tak pernah saya harapkan. Namun jika pada waktunya Allah yang mencintai saya memberikan anugerah berupa sakit, saya pun akan berusaha menikmatinya, terlebih saya juga akan meminta selalu diberikan rasa bersyukur. Bagaimanapun Allah menciptakan sakit dimaksudkan karena beberapa hal tetapi saya paling suka dengan pernyataan cintaNya:

Allah tak akan mencobaimu diluar kemampuanmu. Ia mencintaimu apa adanya – dengan segenap kekuranganmu dan kelemahanmu.

“God doesn’t impose on a soul a duty

but to the extent of its ability.

And that will add or love to HIM.

No bearer will bear other’s burden! “

Jika saya mengingat itu saya menjadi ge-er sendiri, betapa Dia sangat mencintai saya, apapun saya. Meski saat itu saya merangkak-rangkak untuk berjalan, Dia tetep cinta, meski saya jatuh dan patah, Dia tetap cinta saya dengan menegakkan saya. Saya tidak tahu kedudukan saya di hadapanNya, makanya saya terus berusaha mencari hotline denganNya, agar terus mengingatNya. Saya membutuhkanNya lebih dari apapun, Dia yang Maha Tahu.

Saat SMP, ketika sakit itu itu datang membuat keluarga terpuruk dalam kesedihan. Kejadian bermula ketika saya kecelakaan sepeda motor, kaki saya menghantam aspal dengan kerasnya, tapi saya masih mampu berjalan. Setelah 2 bulan berlangsung, saya tak mampu lagi berjalan, badan demam dan kaki saya bengkak. Orang tua yang kebingungan membawa saya ke rumah sakit di Solo dan diagnosa dokter hanya menyatakan bahwa saya sakit tifus dan terindikasi demam rheumatic. Alangkah anehnya….Seminggu berada di rumah sakit tanpa perkembangan berarti. Orang tua membawa saya pulang dan berobat jalan seminggu sekali. Ada yang merekomen ke dokter syaraf/neurolog karena mungkin penyakit saya bagian dari itu.

Setiap dari dokter neurolog, saya merasa baikan, bisa tidur dengan nyenyak tanpa rasa sakit dan mampu berjalan. Tetapi jika sudah sampai waktunya obat habis, saya kembali tergeletak kesakitan karena rasa nyeri yang tak tertahankan pada kaki-kaki saya. Kembali saya masuk rumah sakit dengan proses sangat panjang dan melelahkan, menjalani sinar rontgen berkali dan juga terapi pemanasan serta ditarik-tarik. Sampai proses selesai, saya membaik tapi hanya sebentar. Saya kembali didera rasa nyeri akut pada sekujur kaki saya. Untuk menahan nyerinya, dokter selalu memberikan saya resep penahan nyeri plus penenang, itu saya konsumsi bertahun-tahun hingga masa kuliah. Saya berharap Tuhan telah men-cicil siksaan saya di neraka dengan sakit di dunia, tak apa jika begitu…ngarep! hahaha.

Orang tua sudah cukup pusing dengan proses pengobatan yang lama dengan biaya yang tak murah pula. Segala upaya telah dilakukan, baik yang rasional maupun yang irrasional ke orang pintar, supranatural/dukun, maupun kyai. Semuanya nihil jika Allah belum berkehendak saya sembuh. Jadi selama 8 tahun saya keluar masuk rumah sakit, mondar-mandir ke dokter dan sudah berapa banyak foto rongent tulang kaki saya, mulai tulang belakang, betis dan genu atau lutut. Tepat 8 tahun saya kemabali menjalani opname di bagian syaraf dengan diagnosa sementara;  hernia nicolo pulposus. Bagaimana mungkin? Itu kan penyakitnya para kuli? Karena hernia merupakan penyakit otot yang keluar dari jalurnya, itu terjadi jika keseringan mengangkat barang-barang berat. Penyakit ini biasa diidap oleh lifter (atlit angkat besi) selain para kuli tentunya.

Karena diagnosa sementara begitu, saya menjalani proses radiologi yang lain dari biasanya. Untuk pengambilan foto syaraf tulang belakang, saya harus merelakan sunsum tulang belakang saya diambil sebanyak 200 cc, lalu permukaan tulang belakang yang kosong tersebut diisi semacam cairan yang memungkinkan semua syaraf tulang belakang kelihatan. Proses yang sangat menyakitkan karena saat pengambilan sunsum, kita harus dalam posisi sadar tanpa bius dengan cara ditekuk sedemikian rupa. Proses radiologi selesai, ternyata tak ditemukan indikasi HNP (hernia nicollo pulposus). Saya bersyukur, tapi dokterMuliawan Queensyahputra malah mengatakan saya stress…hahaha emang bener kali! Soalnya sebelumnya saya memang sempat patah hati ditinggal pacar menikah dengan orang lain. Dua minggu menghuni kamar neurology tanpa hasil yang pasti  sakit apa sebenarnya saya. Saya bertahan 8 tahun kesakitan, seolah-olah tanpa akhir! Saya pasrah menerima takdir saya, selalu mengkonsumsi obat penahan nyeri.

Ditengah kepasrahan, bengkak di kaki saya tepatnya di femur/paha semakin tak wajar. Abses dan panas suhunya. Saya kembali ke rumah sakit lagi, tapi ke bagian Rehabilitasi Medik. Disana selain penahan rasa sakit, saya juga menjalani terapi medis, pemanasan dengan listrik serta alternatif tusuk jarum karena dokter (dokter Johan SPR) yang merawat saya waktu itu punya keahlian tusuk jarum. Akhirnya saya menjalani hari-hari saya untuk terapi seminggu 3 kali selama berbulan-bulan.

Beruntung saya ketemu asisten dokter Johan yang sedang mengambil spesialis /PPDS, saya lupa namanya. Dia yang mencetuskan bahwa saya harus foto femur (paha), bukan genu (tempurung lutut) seperti selama ini dilakukan. Begitu femur difoto, bisa terlihat bahwa sakit say selama ini bukan pada syaraf, tapi pada tulang paha..nah lho! Ternyata ada retak di paha saya, kecil memang tapi sejalan dengan berlangsungnya waktu, retakan kecil tersebut terinfeksi bakteri bernama Staphylococus Coagulase. Diagnosa tersebut diketahui setelah berbagai pemeriksaan, terlebih pemeriksaan kuman dari sample cairan yang keluar dari abses. Penyakit itu saya ketahui kemudian namanya: Osteomylitis Chronis.

Seminggu kemudian diputuskan untuk mempersiapkan surgery. Kalau tak segera menjalani operasi dikhawatirkan akan menjadi akut, berhubungan dengan keadaan seluruh tulang terinfeksi. Dokter menjelaskan bahwa saya harus segera menjalaninya atau amputasi jika sudah terlalu akut.

Saat terbaring di Penyakit seperti ini memerlukan antibiotik Clindamycin saat operasi. Femur tulang paha yang terinfeksi kuman Staphilococus Coagulase dibuat saluran sepanjang lebih kurang  25 cm, sehingga bentuknya seperti kentongan. Sumsum yang terkena infeksi dikerok dibersihkan lalu dipasang antibiotik berbentuk butiran tasbih yang rumah sakit…..beberapa saat post operasi saya tak berdaya untuk bangun. Ibu menangis menciumi kening saya, demikian juga Bapak yang tegar itu. Hanya dua hari saya pake infus. Tiga hari berlangsung, sebelum drain (selang untuk saluran pembuangan darah kotor sisa operasi) dicabut dari paha saya, saya memaksa bapak menurunkan saya dari tempat tidur, soalnya saya sudak ngga tahan lagi berbaring terus di tempat tidur. Tapi sebenarnya saya tak tahan lagi pipis di pispot dan mandi  dilayani suster, jorok rasanya!

Dua minggu saya Cuma bisa duduk di kursi roda. Saya suka sekali berlama-lama di teras samping kamar memandangi hujan. Seminggu kemudian, saya sudah bisa berjalan menggunaka kruk. Dan saya begitu bersemangat membagi kehagiaan itu dengan anak-anak kurang beruntung yang sedang menjalani perawatan di ruang bedah sebelah kamar saya (chiruque H). Dan akhirnya saya sangat akrab dengan mereka, terutama dengan 2 orang anak malang. Yang pertama adalah penderita ostecepalus, dimana kepalanya begitu tak proporsional dengan tubuhnya yang mungil. Dan satunya, anak laki-laki 3 tahun-an ‘who has a big-big smile‘ berbibir sumbing. Bersama mereka saya menghabiskan hari-hari melelahkan di rumah sakit (karena ngga ada kerjaan). Anak-anak yang malang….hebatnya mereka tak pernah merasa tertimpa kemalangan, tepatnya…mereka tak pernah menjiwai penderitaannya. Tawa mereka selalu mengembang saat saya datang dengan sekantung plastik buah apel.

Lima hari menjelang pulang………saya harus berlatih berjalan. Lumayan, 2-3 hari masih mau jatuh. Setelah itu seperti orang normal lainnya, terasa ringan meskipun ada yang hilang dari kaki saya, yakni sunsum saya. Sampai saat ini saya ingin bersyukur karena diberikan kehidupan yang kedua yang lebih baik. Berterimakasih pada para dokter dan paramedis yang merupakan kepanjangan tangan Tuhan yang bertugas menceraikan manusia dari sakitnya. Mereka musuh dari segala macam penyakit dan segala macam yang menyebabkan sakit.


MANUSIA LEMAH


“GOD DOESN’T IMPOSE ON A SOUL A DUTY
BUT THE THE EXTENT OF IT’S ABILITY
AN THAT WILL ADD OUR LOVE TO HIM
NO BEARER WILL BEAR OTHER’S BURDEN!”


Allah tak akan mencobaimu diluar kemampuanmu. Ia mencintaimu apa adanya – dengan segenap kekuranganmu dan kelemahanmu. Kau ini bukan apa-apa, apalagi siapa2, tak punya apa2, tak punya siapa2, bahkan tak punya rasa punya! Kukatakan ini karena hari ini kulihat kau sangat kacau. Situasi jiwamu benar2 buruk, kau tahu itu? Ada yang menggairahkan, memanggil-manggil semangat juang. Tetapi ada yang membuatmu lemah tak berdaya dan bersedih. Ada yang menegakkan optimisme masa depan, tetapi ada juga yang menyeretmu kedalam semacam perasaan putus asa dan kebingungan. Aku melihatmu timbul tenggelam….
Ayolah! Cakrawala selalu mengingatkan bahwa di atas bumi ada ruang tak terbatas. Di atas prasangka2 subyektif yang cengeng tentang ketidakmampuan seorang manusia, ada ketakterbatasaan yang menjanjikan berbagai kemungkinan, termasuk kemungkinan untuk menjadi lebih baik dan lebih mampu. Syaratnya hanya berusaha bersandar kepadaNya…

>> Nasehat Ali bin Abi Thalib

1. “Bukan KESULITAN yang membuat kita takut, tapi ketakutan yang membuat kita sulit.

2. Karena itu jangan pernah mencoba untuk menyerah & jangan pernah MENYERAH untuk mencoba.

3. Maka jangan katakan pada Tuhan aku punya masalah, tapi katakan pada MASALAH aku punya Allah yang Maha Segalanya.”

Allah lah yg membuat kita mampu tersenyum walau dalam keadaan menangis
Tempat bertahan ketika kita hendak menyerah
Tempat berdoa ketika hilang tempat mengadu & ketika semua orang menjauh
Tempat untuk kembali bangkit sekalipun hati kita telah hancur berkali-kali
Tempat untuk tetap mengerti ketika tak ada satupun terlihat memberi Arti
Segala sesuatu menjadi mungkin karna Allah lebih memahami kita melebihi diri kita

Ketika wajah penat memikirkan dunia, maka berwudhulah,Ketika pundak tak kuasa memikul amanah maka brsujudlah,Ikhlaskannya agar semuanya tunduk, disaat yg lain angkuh, agar tangguh disaat yg lain runtuh, agar tegar disaat yg lain terlempar, dan ingat hanya Allah lah tempat kita utk brgantung. Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir. “Ingatlah, dengan mengingat Allah dapat menentramkan hati”(Ar-Ra’d:28)

Jika engkau merasa lelah dalam berjuang, bayangkan saat ini Rasulullah duduk di hadapan dan berkata ” Umatku, aku bangga melihatmu menderita dalam perjuangan, sedih melihatmu gembira dalam kelalaian.. Aku bangga mendengar tangismu karena pengorbanan, sedih mendengar tawamu dalam kemaksiatan.. Aku pasti bangga bila engkau harus mati di medan kebenaran, sedih bila mendengar engkau mati dalam kejahilyahan.. Dan aku bangga melihat engkau lelah dalam berjuang,  sedih melihatmu mundur dalam perjuangan.. Karena ingatlah muliamu bukan karena pangkat, harta dan rupa, tapi karena kekuatan iman, islam, ihsan dan perjuangan”

Semoga kita tetap istiqomah, ingatlah umat Rasulullah itu kuat!!! ^^