Melihat Dengan Kacamata Berbeda……

Posts tagged “Bali

PRINCESS E CEN, BINTANG KEJORA KOMPASIANA


1294910702434538729

Lama ngga ngompasiana, banyak sekali bermunculan Kompasioner-kompasioner muda berbakat dan fresh. Salah satu yang sering saya ikuti adalah catatan harian seorang Princes. Sering saya dibuat berdecak kagum dengan bahasanya yang sederhana, lugu dan penuh kejujuran. Kadang dibuat ngakak ketika membawa tulisannya; Putus, nyaris membuat saya berpikir ini kisah putus cinta seorang remaja jatuh cinta, tapi ternyata sendal yang putus. Lalu kisah inspiratif berjudul I Love You Daddy membuat kita trenyuh dan terharu, berpikir tentang ayah kita. Lalu pada Dialog Kopi Kenthir menyuguhkan dialog kopi, gula dan susu yang serius maknanya tapi dibuat seperti guyonan. Ada sense of humor yang tinggi pada penulisan kata-katanya yang sarat makna. Contohnya dalam tulisan Satu Lagi dari Princess Kenthires, humor fiksi yang menyegarkan.

Lantas dalam tulisan Message on  a Bottle (teringat film dengan judul yang sama dengan pemeran utamanya Kevin Costner) Cen menuliskan kesedihannya lewat kata-kata sendu :

“Ah…, terbersit keinginan untuk menyusulmu disana, di lautan lepas
tempat kau tenggelam setelah menyelamatkan aku yang berenang terlalu
jauh ke tengah laut, maafkan aku sayang… Seharusnya aku yang tenggelam,
bukan kamu….”

“Aku mau mati rasanya… Kehidupan di dunia ini telah kehilangan daya
tariknya… Tapi aku takut berdosa, takut masuk neraka karena bunuh diri…
Pengecut sekali diriku ya sayang…”

Kita jadi ikut terbawa dalam kesedihannya. Tapi lalu turut berbinar dalam semangat setelah Cen menemukan sebuah pesan dalam botol. Dalam tulisan-tulisannya beda penyajian itu Cen berhasil mengaduk-aduk hati saya.

Benar-benar karya original tanpa embel-embel pengin laku atau pengin dibaca. Tapi setiap kali Cen menulis, selalu diminati banyak pembaca dan memancing orang untuk berkomentar. Kesederhanaan tulisan dan penyampaian lepas tanpa beban, itulah Cen. Suatu hari saya bertanya kepadanya; kenapa tak menulis tema-tema laris mengundang orang untuk tertarik membaca seperti tema seks misalnya. ”Wah saya ngga bisa mendesah Mba.”  Benar juga, kenapa mesti menjual desahan bila dengan keceriaan remaja, kesederhanaan dan kelugasan itu orang banyak tertarik? Lagian ‘mendesah’ bisa dilakukan oleh siapa saja meskipun bukan ahlinya…hahaha…Untuk jawaban ini Cen membuat saya takjub dan tertawa.

Saya salut dengan Kompasiana yang sudah mulai merubah image sebagai “bacaan dewasa” menjadi bacaan tua muda atau segala usia. Saya acungi jempol untuk kemajuan Kompasiana. Unsur seksualitas memang diminati, tapi itu tidak akan lama, lama-kelamaan juga akan tenggelam. Pembaca cerdas pasti akan bosan!Pembaca cerdas pasti akan mencari sesuatu yang ringan, menghibur, menginspirasi, menyemangati serta mencerahkan dan pesan moral tidak dengan cara menggurui. Seperti Chicken Soup, fresh, hangat dan mennyegarkan.

Kulihat bintang yang paling terang diantara bintang, dialah bintang kejora. Cen adalah bintang kejora itu, yang turut membawa nafas segar untuk kemajuan Kompasiana. Insyaallah!

PS: sorry Cen, kuambil fotomu tanpa ijin, smoga kau memaafkanku!


PENJAHAT KELAMIN


Betapa kagetnya saya karena semenjak bekerja dan banyak ketemu orang, banyak dari mereka yang kebanyakan bapak2, om-om atau koko-koko mengajukan tawaran untuk ‘dugem’. Mereka bilang untuk memperlancar urusan/bisnis, katanya, “mbak bisa nemuin saya nanti malam jam 10 di Hugo’s, ya sambil ngobrol nanti saya traktir minum.” “Temui saya di 777 ya nanti malam, saya pengin sekalian rileks.” Atau …”kamu suka dugem ya? Dugem yuk nanti di Collour’s pub.” Yang lebih gila lagi, “kamu bisa prospek aku di luar kota, di Tretes misalnya? Kita kan bisa santai2 sambil ngobrol, bobok sianglah…kamu kan capek juga kerja terus..” Atau, “kalau kamu pengin sharing informasi, bisa temui saya di kamar 332 hotel Hyat?” atau yang sering, “kamu mau aku invest berapa sih sayang? Tapi kamu kan tahu caranya..”

Hii, ngeri juga, emang saya ini apaan? Dikirain pekerja sex komersial apa? Berat bener pekerjaanku..heran ya, setiap perempuan bekerja di sektor publik seringkali menerima pelecehan. Jika dia menjual sesuatu, dianggap sama dengan menjual diri. Dengan santai biasanya saya jawab, “aduh maaf pak, saya ngga biasa kerja malam. Jam kantor saya kan cuma sampai jam 5 sore, jadi saya temui bapak kapan2 aja ya?” ceklek tutup telepon, pusing! atau dengan halus biasanya kujawab, “saya ini menikah, lalu bagaimana saya harus memenuhi hasrat bapak? kadang2 kalau sudah kebangetan saya ngomong begini, “pak, saya ini jual konsep, bukan jual diri! maaf, bukan kapasitas saya untuk meng-entertain bapak.”

Nasib….nasib….apes banget diriku ini. God, set me free from my painful job and loss making money…
Laki2 kalau ada uang, pikirannya selalu iseng, ngga inget anak istri di rumah. Di agendaku, orang2 seperti itu selalu kuberi label PK : PENJAHAT KELAMIN!